Rizka Arlina (lahir di Jakarta, 9 Mei 1959; umur 53 tahun) adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Dari tahun 1995 hingga 1997
ia menjabat sebagai Direktur Utama PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia
(BPUI). Ia saat ini merupakan seorang buronan karena melarikan diri
dari hukuman pengadilan. Oleh pengadilan, Timan telah diputuskan
bersalah karena telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai direktur
utama BPUI dengan cara memberikan pinjaman kepada Festival Company Inc.
sebesar 67 juta dolar AS, Penta Investment Ltd sebesar 19 juta dolar AS,
KAFL sebesar 34 juta dolar AS, dan dana pinjaman Pemerintah (RDI) Rp
98,7 miliar sehingga negara mengalami kerugian keuangan sekitar 120 juta
dolar AS dan Rp 98,7 dolar singapura
Pada pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,
Timan dibebaskan dari tuntutan hukum karena perbuatannya dinilai bukan
tindak pidana. Menanggapi vonis bebas itu, Jaksa Penuntut Umum
mengajukan kasasi dan meminta Majelis Kasasi menjatuhkan pidana
sebagaimana tuntutan terhadap terdakwa yaitu pidana delapan tahun
penjara, denda Rp30 juta subsider enam bulan kurungan, serta membayar
uang pengganti Rp1 triliun.
Pada Jumat, 3 Desember 2004, Majelis Kasasi Mahkamah Agung (MA) yang dipimpin oleh Ketua MA Bagir Manan memvonis Sudjiono Timan dengan hukuman 15 tahun penjara, denda Rp50 juta, dan membayar uang pengganti sebesar Rp 369 miliar.
Namun, saat Kejaksaan hendak mengeksekusi Sudjiono Timan pada Selasa,
7 Desember 2004, yang bersangkutan sudah tidak ditemukan pada dua
alamat yang dituju rumah di Jalan Prapanca No. 3/P.1, Jakarta Selatan
maupun rumah di Jalan Diponegoro No. 46, Jakarta Pusat dan dinyatakan
buron dengan status telah dicekal ke luar negeri oleh Departemen Hukum
dan HAM.
Pada 17 Oktober 2006, Kejaksaan Agung Republik Indonesia
mulai menyebarkan foto dan datanya ke masyarakat melalui televisi dan
media massa sebagai salah satu 14 koruptor buron yang sedang dicari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar